Sabtu, 22 Juni 2013
Kuota haji NTT akan berkurang drastis
(Moral-politik.com) Pemerintah mengurangi Kuota calon Jemaah Haji Indonesia 20 Persen. Ini karena pemerintah Arab Saudi mengurangi jumlah jemaah calon haji dari Indonesia. Kepala Bagian Agama Biro Kesra Setda NTT, Muhamad Gaus mengatakan, jumlah jemaah calon haji dari NTT berkurang sekitar 78 orang. Kuota Haji NTT awalnya 650 orang, namun jumlahnya terus berkurang. Sebelum ada pengurangan, jumlah Jemaah caon haji dari NTT 599. “Sampai dengan perubahan terakhir itu jumlahnya 599. Terus kena lagi kebijakan mengurangi kuota 20 persen. Terus kena kita di NTT 78. Jadi itu 78 itu kan ada yang tidak lunas sampai dengan batas terakhir 50 lebih. Sehingga bisa dikurangi 78. Itu yang 20 lebih itu nanti Kota Kupang 16, sisanya dibagi ke semua kabupaten yang lain. Kriteria penentuan itu pertama sudah pernah ini, terus yang umur masih muda,” kata Muhamad Gaus. Muhamad Gaus menambahkan, para jemaah calon haji telah melaksanakan kegiatan pra manasik haji. Sedangkan kegiatan manasik haji akan dilaksanakan di daerah masing-masing. Untuk pemberangkatan jemaah calon haji, masih menunggu keputusan pemerintah pusat. Rombongan calon haji NTT masuk kloter haji embarkasi Juanda Surabaya. (Sil Sega)
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1434H/2013M
Untuk menyesuaikan dengan Kota Anda, scroll ke bawah dan setel "Pilih Kota
"
Jumat, 21 Juni 2013
Rencana Materi
Materi pada beranda adalah berupa liputan ringan seputar dunia Islam di NTT. Disamping liputan juga ada wacana keislaman keNTTan dan wawancara tokoh
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Ide dasar
Umat muslim di NTT memiliki karakteristik
tertentu karena hidup dalam masyarakat yang sangat majemuk apalagi
menjadi umat minoritas di NTT. Namun sejarah panjang penyebaran Islam
di NTT juga memberikan warna tersendiri terhadap karakter pemahaman
keislaman bagi penganutnya. Banyak hal yang bisa diungkap dalam dunia
Islam di NTT, dianatanya yaitu:
- Masjid-masjid tua dan riwayatnya
- Tokoh-tokoh penyebar Islam
- Budaya dan fenomena masyarakat yang unik
- Dsb
Pemahaman
keislaman mungkin akan lebih baik jika tumbuh dari negeri seperti
ini, shg umat muslim tidak terjebak dalam sebuah pemahaman sempit yang
seringkali mencederai umat Islam sendiri, mencederai peri
kemanusiaan, atau bahkan membuat diri selalu dalam sikap permusuhan yang
menggelisahkan. Mungkin umat Islam perlu merenung kembali hakikat
keber-agamaan. Liputan dunia Islam di NTT punya harapan dapat diambil
pelajaran bagi umat muslim seluruh nusantara, bagaimana ber-Islam,
beragama, dan bermasyarakat.
Semoga bermanfaat.. :-)
Langganan:
Komentar (Atom)
